Halaman

Minggu, 26 Oktober 2014

MADRASAH DI HATI



Waktu menunjukkan pukul 6.40 pagi, beberapa siswa mulai berdatangan satu persatu. Dengan memakai seragam hijau putih yang rapi, dan siswi prempuannya menggunakan jilbab. Menandakan sekolah tersebut adalah sekolah yang berjiwa Islami. Di depan gerbang tampak kepala Madrasah didampingi wakilnya dan beberapa guru dengan tersenyum manis menunggu kehadiran siswa-siswanya, menyalami dan menyapanya. Citra pelayanan prima yang terbaik merupakan label yang melekat pada Madrasah yang terletak di Madrsah Ibtidaiyah Negeri Beji ini. Sosok guru yang ramah bersahabat, tetapi disiplin dan tegas dalam menjalankan aturan yang ada di Madrasah tersebut.

Ibu Dra. Nur Cholifah, kepala Madrasah yang mendapat julukan guru yang tersegani dari anak-anak didiknya maupun dewan guru staf dan karyawannya sepertinya  tidaklah terlalu salah. Ia selalu datang lebih awal ke Madrasah. Raut mukanya yang teduh manis, cantik, sedikit tersenyum. Ia selalu memanggil anak-anak didiknya dengan kata “Anak-anakku tersayang” menunjukkan kecintaannya pada mereka. Namun sekali ada siswa yang melanggar disiplin dan aturan Madrasah, maka mukanya yang putih bersih itu akan tampak merah dan jangan berharap dapat senyuman sedikit pun dari beliau, kemudian ditimpali dengan suaranya yang berat berwibawa betul-betul membuat siswanya takut dan segan.  Tak ada satupun siswa yang berani  macam-macam sama beliau.

            Ada juga Pak Miftahul Jinan, wakil kepala Madrasah bidang Humas yang sangat bersahabat dengan anak-anak didiknya. Ia menjuluki dirinya guru ganteng menawan dalam sshari-harinya ia sering mengenalkan dirinya “Om Jin”. Entahlah apakah karena masalah rambut yang mulai bermunculan warna putih.  Sehingga beliau yang sudah tidak muda lagi atau memang ingin memudahkan berkomunikasi dengan anak-anak didiknya biar lebih bersahabat. Postur tubuh beliau yang mungil kurus kering sama sekali tidak menunjukkan kesan guru yang seram dan ditakuti. Ia selalu tersenyum dan kerap kali bercanda dengan siswa-siswanya sehingga anak-anak tidak merasa canggung dengan beliau,  bagi mereka beliau adalah Bapak juga sahabat yang bisa dan mau mengerti kondisi mereka. Tapi sayang sering anak-anak memanfaatkan kedekatan dengan beliau hanya sebagai pelindung saat mereka melanggar aturan sekolah.  Tapi  swear…beliau adalah guru yang asyik menyenangkan.

            Ada juga Pak Mujibaturrohman namanya, wakil kepala Madrasah bidang kesiswaan. Berperawakan tinggi besar, imut, murah senyum, dan super jail. Tapi jangan coba-coba melanggar aturan dan tata tertib Madrasah, habislah kita kena disiplin beliau. Semua siswa tidak ada yang berani sama beliau. Suaranya yang lembut secara tiba-tiba berubah menghentak membuat sport jantung. Suaranya menggelegar membuat kami semua terdiam dan terhenyak. Jangan sekali-kali terlambat datang ke sekolah kalau tidak mau bermasalah. Kalau tidak masuk sekolah jangan lupa izin dari orang tua atau sakit.  Beliau  adalah guru yang disiplin, tegas dan peduli pada kebersihan lingkungan Madrasah, kerapian berpakaian. Beliau sering mengutip hadis Nabi “Kebersihan sebagian dari iman”. Iman seseorang akan teruji manakala bisa menjaga dan peduli pada kebersihan. “Allah itu indah” katanya, “dan menyukai keindahan”. Begitu selalu beliau memberi nasehat.

Mungkin tidak bisa kuceritakan semua tentang guru di Madrasah  kami secara gamblang semuanya. Seperti guru agama kami yang arif bijaksana kalau mengajar, tapi kami jadi konsentrasi dan paham apa yang beliau sampaikan. Ada guru olahraga, Pak Safiudin namanya. Orangnya tegas tapi lucu dan gokil. Ada Mr. Eka guru English yang disiplin dalam mengajar, wajib bawa kamus. Tapi beliau sering digodain sama anak-anak cewek, beliau kan ganteng alias tampan.  Bu Ririn, guru BK yang cantik dan ramah, asyik kalau curhat sama beliau. Ada Pak Imron saat mengajar selalu dikerjain sama murid-muridnya. Ketika pelajaran IPA berlangsung pak Imron bertanya kepada  muridnya Udin dan Alda Namanya.

Pak Imron            : "Sebutkan binatang yang bisa hidup di dua alam?"
Udin                     : "Katak! Di darat dan di air."
Pak Imron            : "Baguusss. Coba kamu Alda sebutkan?
                                  contoh lainnya binatang yang hidup di dua alam?"
Alda                      : "Babi ngepet Pak! Di alam nyata dan alam goib! Ekekekek..."
Pak Imron            : “keselek penggaris, lalu terseyum tersipu-sipu
Pak Imron            : "Sekarang sebutkan binatang yang alat kelaminnya di punggung?"
Alda                      : "Huahahah kalo pipis muncrat ke udara dong Pak?"
Udin                     : "Ngaco nih Pak Imron, mana ada binatang kelaminnya di punggung?"
Pak Imron            : "Ada loh!"
Alda                      : "Apaan Bu?"
Pak Imron            : "Kuda lumping!"
Alda                      :  mikir lama! 
Pak Imron            :  kemudian ganti pelajaran IPS
                                "Apa lagu kebangsaan Indonesia?"
Alda                      : "Parah deh Pak Imron, lagu kebangsaan
                                  Indonesia aja sampai ga tau?!"
Udin                     : "Dengar ya Pak Imron, kami ke sekolah tuh ingin belajar,
                                  bukan untuk  ditanya-tanyain­ seperti ini. Mumet ndasku!"
Alda                      : "Kalo banyak nanya mendingan Pak Imron jadi polisi aja."
Pak Imron            :   terseyum dengan penuh kesabaran.
Pak Imron            : "Baik, sebelum pulang ada yang mau bertanya?"
Alda                      : "Saya Pak!"
Pak Imron            : "Iya, apa pertanyaannya?"
Alda                      : "Maukah Pak Imron jadi pacarku?"
Pak Imron            : "Orang kayak kamu mau jadi pacar Pak Imron?  Huek! Ga pentes!"
Alda                      : "Trus orang cantik kayak saya ini pantesnya jadi pacar siapa dong Pak?"
Pak Imron            : "Kamu ini bandel sekali! Sekolah itu yang bener. Belajar dengan serius.
                                Punya cita-cita ga sih kamu?"
Alda                      : "Punya dong Pak.."
Pak Imron            : "Apa cita-citamu?"
Alda                      : "Dulu cita-cita saya ingin jadi pilot, tapi
                                semenjak masuk sekolah dan ketemu Pak Imron, cita-cita saya berubah                                      ingin membahagiakan Pak Imron..
Pak Imron            : "Alda..!! Kamu kalo masih suka godainPak Imron, Pak Imron akan
                                panggil kepala Madrasah!"
Alda                      : "Dih jangan dong Pak, panggil Sayang aja biar lebih mesra..
Pak Imron            : "Ya Allah!" langsung keluar kelas!
            Ya Allah lindungi lah hambamu dari murid-murid yang seperti itu. Tapi sebagai  guru yang baik tentu saya tidak akan, menyerah begitu saja pada kondisi yang seperti ini, Kita harus yakin, bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita. Mungkin kita menyukainya, padahal itu buruk bagi kita sehingga Allah menghilangkannya dari kita. Terasa pahit, padahal justru itu yang terbaik bagi kita. Kita mungkin tidak mengetahuinya, tapi Allah mengetahui. Jadi berprasangka baiklah bahwa apa yang terjadi itu untuk kebaikan Anda. Allah Maha Penyayang.
Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS.65:7)
            Berdo’alah kepada Allah, dan agar do’a kita dikabul kita harus berdakwah, menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Jangan berhenti berdakwah karena kita sedang dalam kesulitan, justru dakwah akan memudahkan kita mengatasi kesulitan. Jangan mengeluh masalah begitu berat, sementara kemungkaran kita diamkan saja. Jangan mengeluh tidak bisa mengatasi ujian, sementara kita tidak mengajak orang kepada kebaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar